top of page

Pulang Kampung dengan Keilahian

  • Writer: Author
    Author
  • Jan 8, 2020
  • 3 min read

Netflix tidak pernah berhenti membuat kejutan. Setelah banyak serial yang dirilis dan booming seperti Stranger Things, Black Mirror, dan banyak lainnya, kini Netflix di awal tahun 2020 tepatnya tanggal 1 Januari 2020 kembali merilis film serial orisinal terbaru mereka yang digadang-gadang bakal ikut booming juga yaitu Messiah.



Messiah adalah sebuah judul film yang kontroversial sekaligus membuat kita penasaran untuk menontonnya. Messiah kerap berkaitan dengan tiga agama samawi (Yahudi, Kristen, dan Islam). Bagi ketiga agama tersebut, Messiah adalah seorang juru selamat yang akan datang di masa-masa akhir dunia. Tentunya dari ketiga agama tersebut punya definisinya masing-masing soal juru selamat mereka.


Serial Messiah ditulis oleh Michael Petroni dan disutradai oleh James McTeigue yang pernah membuat serial V for Vendetta. Serial ini dibintangi oleh beberapa aktor dan artis seperti Mehdi Dehbi, Michelle Monaghan, Jane Adams, Melinda Page Hamilton, Wil Traval, Fares Landoulsi, Dermot Mulroney, dan Beau Bridges.


Saya kasih acungan jempol untuk Mehdi Dehbi atas perannya sebagai Messiah di serial ini. Pembawaannya yang kalem, bersahaja, namun ada ketegasan dalam setiap kata yang dia ucapkan. Di sisi lain saya merasa Messiah yang diperankan oleh Mehdi adalah sebuah storyteller ulung yang mampu membuat para pendengarnya terbawa dalam ceritanya.


Ada pun serial ini terdiri dari 10 episode dengan masing-masing durasi sekitar 40 menitan. Dalam satu hari, saya bisa menonton Messiah kira-kira 3 episode, apalagi setelah menonton episode 1.


Episode 1 merupakan sebuah pembukaan yang baik dan menarik. Rasanya kita bakal diteasing oleh Messiah untuk mencari tahu siapa sih dia. Kita terus dibuat penasaran siapa sosok misterius ini yang mampu membuat satu dua keajaiban keilahian.


Memasuki episode 3, 4, dan seterusnya jujur saya merasa jadi jenuh, atau kata lainnya sih boring. Saya sebenarnya berharap banyak adegan keilahian yang menarik tapi sepertinya Messiah di serial ini masih malu-malu untuk menunjukkan bahwa ia adalah utusan Tuhan.


Plot cerita cukup menarik. Di awal kita diperlihatkan seorang pria misterius datang sebagai penolong suatu kota di timur tengah yang telah dilanda konflik panjang. Layaknya seorang penceramah, ia berorasi di depan mengajak orang-orang untuk tetap percaya dengan Tuhan dengan banyak menyadur ayat-ayat dari kitab-kitab samawi. Banyak orang-orang yang tidak percaya dengannya, namun banyak juga yang mempercayainya. Entah karena dalam keadaan konflik atau karena melalui ucapannya. Lalu satu demi satu kita diperlihatkan keajaiban keilahian yang rasanya manusia biasa tidak bisa melakukannya.


Netflix banyak membangun narasi keilahiannya melalui drama dan percakapan. Jadi jika kamu berharap banyak efek CGI seperti film Exodus : Moses dengan adegan membelah lautannya, sepertinya film ini tidak dapat menjawab harapanmu.


Dari segi cerita, saya cukup bingung Messiah ini mengikuti versi agama yang mana. Yang saya pahami di sini, Messiah ingin membuka akses bagi dirinya dan pengikutnya setianya untuk pulang kampug ke tanah yang telah dijanjikan pada mereka, melalui cara yang manusiawi seperti bernegosiasi maupun cara-cara keilahiannya untuk menunjukkan dirinya adalah utusan Tuhan.


Banyak cerita yang tidak sesuai atau malah dicampuradukkan. Mungkin saja ini adalah maksud penulis untuk menciptakan sebuah cerita yang baru. Hal tersebut sah-sah saja. Namun tentunya kaum konservatif dan yang tidak open-minded bakalan mengecam film ini.


Ada nilai-nilai agama yang melenceng di sini. Mungkin saja ada sebuah propaganda kecil yang bertujuan untuk mengaburkan batas-batas keagamaan.


Terlepas dari itu, serial ini mendorong kita untuk menguji sejauh mana keyakinan kita dan pada akhirnya masing-masing akan melihat kembali apa yang kalian yakini seblumnya

Namun saya rasa jika kamu cukup open-minded dan hanya ingin menonton saja rasanya film ini cukup menghibur dan menambah wawasan apa yang akan terjadi di hari kiamat nanti.


Rating : 7/10

Level : Rada Bosenin jadi Sabar

Comments


bottom of page